Minggu, 13 Agustus 2017

ASYHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA (WAHAM)




DAFTAR ISI
Sampul.................................................................................................................... i
Kata pengantar..................................................................................................... ii
Daftar isi................................................................................................................ iii
BAB I. PENDAHULUAN
         1.1     Latar belakang....................................................................................... 1
         1.2     Rumusan masalah............................................................................... 2
         1.3     Tujuan..................................................................................................... 2
BAB II. KONSEP MEDIS
             2.1       Pengertian waham................................................................................ 3
             2.2       Tanda dan gejala................................................................................... 3
             2.3       Macam-macam waham........................................................................ 4
             2.4       Penyebab waham................................................................................. 5
             2.5       Pohon masalah..................................................................................... 6
             2.6       Akibat dari waham................................................................................. 6
BAB III. KONSEP KEPERAWATAN
         3.1     Pengkajian............................................................................................. 7
         3.2     Diagnosa................................................................................................ 7
         3.3     Intervensi............................................................................................... 8
BAB IV. PENUTUP
         4.1     Kesimpulan.......................................................................................... 12
         4.2     Saran..................................................................................................... 12
Daftar pustaka................................................................................................... 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan inayah-Nya sehingga laporan asuhan keperawatan ini dapat terselesaikan guna memenuhi salah satu tugas kami sebagai mahasiswa Program studi S1 Keperawatan, Stikes Graha Edukasi Makassar.
Adapun judul makalah ini yaitu  Konsep medis dan konsep keperawatan Gangguan proses fikir ( Waham ). Penyusun menyadari atas kekurangan kemampuan dalam pembuatan makalah  ini, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi penyusun apabila mendapatkan kritikan dan saran yang membangun agar makalah ini selanjutnya akan lebih baik dan sempurna serta komprehensif.
Pada kesempatan ini kami, tak lupa penyususn menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya pula kepada :
1.    Ns. Akbar Harisa,. S.Kep, M.Kes, Selaku dosen pembimbing kami.
2.    Semua anggota kelompok 4 atas bantuannya dalam proses pembuatan media sampai dengan pembuatan makalah ini
Demikian akhir kata dari penyusun, semoga makalah  ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan pembelajaran budaya khususnya dalam segi teoritis sehingga dapat membuka wawasan ilmu pengetahuan serta akan menghasilkan yang lebih baik di masa yang akan datang.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.
Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.

1.2             Rumusan Masalah
1     Apa yang dimaksud dengan Waham?
2     Apa saja tanda dan gejala dari Waham?
3     Apa itu macam – macam Waham?
4     Apa saja penyebab dan akibat dari Waham?

1.3             Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu supaya pembaca dapat mengerti dan memahami definisi dari Waham, tanda gejala waham, macam – macam waham dan pembaca juga dapat mengetahui penyebab dan akibat dari gangguan proses pikir waham.


BAB II
KONSEP MEDIS
2.1             Pengertian waham
Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien. Waham dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan, kekerasan, tidak ada kasih sayang, pertengkaran orang tua dan aniaya. (Budi Anna Keliat,1999).
Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan kenyataan, tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI, 2005).
Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan menggunakan logika (Ann Isaac, 2004)

2.2             Tanda dan gejala
1     Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama, kebesaran,
2     kecurigaan, keadaan dirinya berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.
3     Klien tampak tidak mempunyai orang lain.
4     Curiga.
5     Bermusuhan.
6     Merusak (diri, orang lain, lingkungan).
7     Takut, sangat waspada.
8     Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas.
9     Ekspresi wajah tegang.
10  Mudah tersinggung.

2.3             Macam-macam waham
1     Waham agama: percaya bahwa seseorang menjadi kesayangan supranatural atau alat supranatural.
2     Waham somatik: percaya adanya gangguan pada bagian tubuh.
3     Waham kebesaran: percaya memiliki kehebatan atau kekuatan luar biasa.
4     Waham curiga: kecurigaan yang berlebihan atau irasional dan tidak percaya dengan orang lain.
5     Siar pikir: percaya bahwa pikirannya disiarkan ke dunia luar.
6     Sisip pikir: percaya ada pikiran orang lain yang masuk dalam pikirannya.
7     Kontrol pikir: merasa perilakunya dikendalikan oleh pikiran orang lain.

2.4             Penyebab waham
Salah satu penyebab dari perubahan proses pikir : waham yaitu Gangguan konsep diri : harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, dan merasa gagal mencapai keinginan.
Tanda dan Gejala :
1     Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
2      Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
3     Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
4     Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)
5     Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakhiri kehidupannya. ( Budi Anna Keliat, 1999).

2.5            
Resiko menciderai diri, orang lain, dan lingkungan
 
Pohon masalah 
                                                                             Resiko


 
   Core problem


Gangguan konsep diri : HDR
 
 
                                                                            Etiologi

2.6             Akibat dari waham
Klien dengan waham dapat berakibat terjadinya resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Resiko mencederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai/ membahayakan diri, orang lain dan lingkungan.
Tanda dan Gejala :
1     Memperlihatkan permusuhan
2     Mendekati orang lain dengan ancaman
3     Memberikan kata-kata ancaman dengan rencana melukai
4     Menyentuh orang lain dengan cara yang menakutkan
5     Mempunyai rencana untuk melukai


BAB III
MASALAH KEPERAWATAN
3.1             Pengkajian
Nama                                     :
Umur                          :
Jenis kelamin           :
Pekerjaan                  :

Data Subjektif :
Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama, kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.
Data objektif :
Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan, merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada, tidak tepat menilai lingkungan/ realitas, ekspresi wajah klien tegang, mudah tersinggung.

3.2             Diagnosa Keperawatan
1     Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham.
2     Perubahan proses pikir : waham berhubungan dengan harga diri rendah.

3.3             Intervensi Keperawatan
Diagnosa 1: Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berubungan dengan waham.
Tujuan umum :
Ø  Klien tidak menciderai diri, orang lain, dan lingkungan.

1     Bina hubungan saling percaya anatar klien dengan perawat.
Rasional :  Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk
                        kelancaran  hubungan interaksinya.
Tindakan :
1     Bina hubungan saling percaya.
2     Salam terapeutik.
3     Perkenalkan diri.
4     Jelaskan tujuan interaksi.
5     Ciptakan lingkungan yang tenang.
6     Buat kontrak yang jelas (topik, waktu, tempat).

2     Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki.
Rasional : Dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki klien,  
                  Maka akan memudahkan perawat untuk
     mengarahkan kegiatan yang bermanfaat bagi klien   
     dari pada hanya memikirkannya.
Tindakan :
1     Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
2     Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis.
3     Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari hari dan perawatan diri).
4     Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting.

3     Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Rasional : Dengan mengetahui kebutuhan klien yang belum
   terpenuhi perawat dapat merencanakan untuk
   memenuhinya dan lebih memperhatikan kebutuhan
   klien tersebut sehingga klien merasa nyaman dan aman.
Tindakan :
1     Observasi kebutuhan klien sehari-hari
2     Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit, cemas, marah).Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.
3     Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin).
4     Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya

4     Klien dapat berhubungan dengan realitas.
Rasional : Menghadirkan realitas dapat membuka pikiran bahwa
    realita itu lebih benar dari pada apa yang dipikirkan
    klien sehingga klien dapat menghilangkan waham
    yang ada.

Tindakan:
1     Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri, orang lain, tempat dan waktu).
2     Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas.
3     Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien.

5     Klien dapat menggunakan obat dengan benar.
Rasional : Penggunaan obat yang secara teratur dan benar akan
  mempengaruhi proses penyembuhan dan  memberikan
  efek dan efek samping obat.
Tindakan:
1     Diskusikan dengan klien tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat.
2     Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).
3     Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.
4     Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar.


BAB IV
PENUTUP
4.1             Kesimpulan
Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang. Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya
.
4.2             Saran
Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik. Seorang perawat harus mampu memberikan dukungan kepada pasien waham agar pasien bias beransur membaik.

Daftar Pustaka
Judithy M. Wilkinson. Nancy R. Ahern (2011). Buku saku keperawatan. Diagnosa NANDA, Intervensi NIC. Kriteria hasil NOC. Penerbit  Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Stuart GW, Sundeen, Principles and Practice of Psykiatric Nursing (5 thed.). St.Louis Mosby Year Book, 1995

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kusta (Morbus hansen)

BAB I PENDAHULUAN 1.1          Latar belakan g Kusta merupakan penyakit yang banyak menyerang kulit dan syaraf. Kusta atau yang d...