DAFTAR
ISI
Sampul.................................................................................................................... i
Kata pengantar..................................................................................................... ii
Daftar isi................................................................................................................ iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan
masalah............................................................................... 2
1.3 Tujuan..................................................................................................... 2
BAB II. KONSEP MEDIS
2.1
Pengertian waham................................................................................ 3
2.2
Tanda dan gejala................................................................................... 3
2.3
Macam-macam waham........................................................................ 4
2.4
Penyebab waham................................................................................. 5
2.5
Pohon masalah..................................................................................... 6
2.6
Akibat dari waham................................................................................. 6
BAB III. KONSEP KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian............................................................................................. 7
3.2 Diagnosa................................................................................................ 7
3.3 Intervensi............................................................................................... 8
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan.......................................................................................... 12
4.2 Saran..................................................................................................... 12
Daftar pustaka................................................................................................... 13
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan inayah-Nya sehingga
laporan asuhan keperawatan ini dapat terselesaikan guna memenuhi salah satu
tugas kami sebagai mahasiswa
Program studi S1 Keperawatan, Stikes Graha Edukasi Makassar.
Adapun judul makalah
ini yaitu Konsep medis dan konsep keperawatan Gangguan
proses fikir ( Waham ). Penyusun
menyadari atas kekurangan kemampuan dalam pembuatan makalah ini, sehingga akan menjadi suatu kehormatan
besar bagi penyusun apabila mendapatkan kritikan dan saran yang membangun agar
makalah ini selanjutnya akan lebih baik dan sempurna serta komprehensif.
Pada kesempatan ini
kami, tak lupa penyususn menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya pula
kepada :
1.
Ns. Akbar Harisa,. S.Kep,
M.Kes, Selaku dosen pembimbing kami.
2.
Semua
anggota kelompok 4 atas bantuannya dalam proses pembuatan media sampai dengan
pembuatan makalah ini
Demikian akhir kata dari penyusun, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan
pembelajaran budaya khususnya dalam segi teoritis sehingga dapat membuka
wawasan ilmu pengetahuan serta akan menghasilkan yang lebih baik di masa yang
akan datang.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Waham merupakan salah satu gangguan orientasi
realitas. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan
berespons pada realitas. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan
eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Klien tidak mampu
memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti
dan mungkin menakutkan.
Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh
fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir; fungsi
persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan pada fungsi
kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu.
Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons
terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh)
dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan
orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang
timbul disebut pula respons neurobiologik.
1.2
Rumusan Masalah
1 Apa yang dimaksud dengan Waham?
2 Apa saja tanda dan gejala dari Waham?
3 Apa itu macam – macam Waham?
4 Apa saja penyebab dan akibat dari Waham?
1.3
Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu supaya pembaca dapat mengerti dan
memahami definisi dari Waham, tanda gejala waham, macam – macam waham dan
pembaca juga dapat mengetahui penyebab dan akibat dari gangguan proses pikir
waham.
BAB
II
KONSEP
MEDIS
2.1
Pengertian
waham
Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan
penilaian realitas yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat
intelektual dan latar belakang budaya klien. Waham dipengaruhi oleh faktor
pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan, kekerasan, tidak ada
kasih sayang, pertengkaran orang tua dan aniaya. (Budi Anna Keliat,1999).
Waham adalah keyakinan
tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan kenyataan, tidak
cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu dikemukakan
berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya atau
kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI,
2005).
Waham adalah keyakinan
keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan menggunakan logika
(Ann Isaac, 2004)
2.2
Tanda
dan gejala
1 Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya
(tentang agama, kebesaran,
2 kecurigaan, keadaan dirinya berulang kali
secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.
3 Klien tampak tidak mempunyai orang lain.
4 Curiga.
5 Bermusuhan.
6 Merusak (diri, orang lain, lingkungan).
7 Takut, sangat waspada.
8 Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas.
9 Ekspresi wajah tegang.
10 Mudah tersinggung.
2.3
Macam-macam
waham
1 Waham agama: percaya bahwa seseorang menjadi
kesayangan supranatural atau alat supranatural.
2 Waham somatik: percaya adanya gangguan pada
bagian tubuh.
3 Waham kebesaran: percaya memiliki kehebatan
atau kekuatan luar biasa.
4 Waham curiga: kecurigaan yang berlebihan atau
irasional dan tidak percaya dengan orang lain.
5 Siar pikir: percaya bahwa pikirannya
disiarkan ke dunia luar.
6 Sisip pikir: percaya ada pikiran orang lain
yang masuk dalam pikirannya.
7 Kontrol pikir: merasa perilakunya
dikendalikan oleh pikiran orang lain.
2.4
Penyebab
waham
Salah satu penyebab dari perubahan proses pikir : waham
yaitu Gangguan konsep diri : harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian
individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku
sesuai dengan ideal diri. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai
perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, dan merasa
gagal mencapai keinginan.
Tanda dan Gejala :
1 Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat
penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
2 Rasa
bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
3 Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
4 Percaya diri kurang (sukar mengambil
keputusan)
5 Mencederai diri (akibat dari harga diri yang
rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakhiri kehidupannya.
( Budi Anna Keliat, 1999).
2.5
|
Resiko
![]() |
|
Etiologi
2.6
Akibat
dari waham
Klien dengan waham dapat berakibat terjadinya resiko
mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Resiko mencederai merupakan suatu
tindakan yang kemungkinan dapat melukai/ membahayakan diri, orang lain dan
lingkungan.
Tanda dan Gejala :
1 Memperlihatkan permusuhan
2 Mendekati orang lain dengan ancaman
3 Memberikan kata-kata ancaman dengan rencana
melukai
4 Menyentuh orang lain dengan cara yang
menakutkan
5 Mempunyai rencana untuk melukai
BAB III
MASALAH KEPERAWATAN
3.1
Pengkajian
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
Pekerjaan :
Data Subjektif :
Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang
agama, kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan
tetapi tidak sesuai kenyataan.
Data objektif :
Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga,
bermusuhan, merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat
waspada, tidak tepat menilai lingkungan/ realitas, ekspresi wajah klien tegang,
mudah tersinggung.
3.2
Diagnosa
Keperawatan
1 Resiko mencederai diri, orang lain dan
lingkungan berhubungan dengan waham.
2 Perubahan proses pikir : waham berhubungan
dengan harga diri rendah.
3.3
Intervensi
Keperawatan
Diagnosa 1: Resiko
mencederai diri, orang lain dan lingkungan berubungan dengan waham.
Tujuan umum :
Ø Klien tidak menciderai diri, orang lain, dan
lingkungan.
1
Bina hubungan saling percaya anatar klien dengan
perawat.
Rasional : Hubungan saling
percaya merupakan dasar untuk
kelancaran hubungan interaksinya.
Tindakan
:
1
Bina
hubungan saling percaya.
2
Salam
terapeutik.
3
Perkenalkan
diri.
4
Jelaskan
tujuan interaksi.
5
Ciptakan
lingkungan yang tenang.
6
Buat
kontrak yang jelas (topik, waktu, tempat).
2
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang
dimiliki.
Rasional : Dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki klien,
Maka akan memudahkan
perawat untuk
mengarahkan kegiatan yang bermanfaat bagi
klien
dari pada hanya memikirkannya.
Tindakan
:
1
Beri
pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
2
Diskusikan
bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang
realistis.
3
Tanyakan
apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini (kaitkan
dengan aktivitas sehari hari dan perawatan diri).
4
Jika
klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak
ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting.
3
Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan
yang tidak terpenuhi.
Rasional : Dengan mengetahui kebutuhan klien yang belum
terpenuhi perawat dapat merencanakan untuk
memenuhinya dan
lebih memperhatikan kebutuhan
klien tersebut
sehingga klien merasa nyaman dan aman.
Tindakan
:
1 Observasi kebutuhan klien sehari-hari
2 Diskusikan kebutuhan klien yang tidak
terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit, cemas,
marah).Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.
3 Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi
kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin).
4 Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu
untuk menggunakan wahamnya
4
Klien dapat berhubungan dengan realitas.
Rasional : Menghadirkan realitas dapat membuka pikiran bahwa
realita itu lebih benar dari pada apa yang
dipikirkan
klien sehingga klien dapat menghilangkan
waham
yang ada.
Tindakan:
1 Berbicara dengan klien dalam konteks realitas
(diri, orang lain, tempat dan waktu).
2 Sertakan klien dalam terapi aktivitas
kelompok : orientasi realitas.
3 Berikan pujian pada tiap kegiatan positif
yang dilakukan klien.
5
Klien dapat menggunakan obat dengan benar.
Rasional
: Penggunaan obat yang secara teratur dan
benar akan
mempengaruhi
proses penyembuhan dan memberikan
efek dan efek samping obat.
Tindakan:
1 Diskusikan dengan klien tentang nama obat,
dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat.
2 Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5
benar (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).
3 Anjurkan klien membicarakan efek dan efek
samping obat yang dirasakan.
4 Beri reinforcement bila klien minum obat yang
benar.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu
dikemukakan berulang-ulang. Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak
sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar
belakang kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya
.
4.2
Saran
Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan
kemampuan menilai dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan
sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku
non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan
hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi
otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.
Seorang perawat harus mampu memberikan dukungan kepada pasien waham agar pasien
bias beransur membaik.
Daftar Pustaka
Judithy M. Wilkinson.
Nancy R. Ahern (2011). Buku saku
keperawatan. Diagnosa NANDA, Intervensi NIC. Kriteria hasil NOC. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Stuart GW, Sundeen, Principles and Practice of Psykiatric Nursing (5
thed.). St.Louis Mosby Year Book, 1995

Tidak ada komentar:
Posting Komentar